Jumat, 08 Februari 2013

MEKANISME SULFUR DIOKSIDA PENYEBAB BATUK DAN ASMA


A. PENGERETIAN

          Sulfur Dioksida (SO2) merupakan sebuah produk gas hasil diesel pembakaran. Belerang dioksida buruk dapat mempengaruhi anak-anak dan penderita asma. Kandungan belerang dioksida di udara berbanding lurus dengan kandungan sulfur dalam bahan bakar. Sulfur dioksida adalah gas, tidak berwarna, beracun yang mengeluarkan bau yang tidak sedap yang khas.
          Secara global, senyawa-senyawa belerang dalam jumlah cukup besar masuk ke atmosfer melalui aktivitas manusia sekitar 100 juta metric ton belerang setiap tahunnya, terutama sebagai SO2 dari pembakaran batu bara dan gas buangan pembakaran bensin. Jumlah yang cukup besar dari senyawa belerang juga dihasilkan oleh kegiatan gunung berapi dalam bentuk H2S, proses perombakan bahan organik, dan reduksi sulfat secara biologis. Jumlah yang dihasilkan oleh proses biologis ini dapat mencapai lebih 1 juta metric ton H2S per tahun.

Sebagian dari H2S yang mencapai atmosfer secara cepat diubah menjadi SO2 melaui reaksi :

H2S + 3/2 O2 SO2 + H2O

reaksi bermula dari pelepasan ion hidrogen oleh radikal hidroksil ,

H2S + HO- HS- + H2O

yang kemudian dilanjutkan dengan reaksi berikut ini menghasilkan SO2

HS- + O2 HO- + SO

SO + O2 SO2 + O

4FeS2 + 11O2 2 Fe2O3 + 8 SO2

Pada dasarnya, semua sulfur yang memasuki atmosfer dirubah dalam bentuk SO dan hanya 1% atau 2% saja sebagai SO2.

          Walaupun SO2 yang dihasilkan oleh aktivitas manusia hanya merupakan bagian kecil dari SO2 yang ada diatmosfer, tetapi pengaruhnya sangat serius karena SO2 langsung dapat meracuni makhluk disekitarnya. SO2 yang ada diatmosfer menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan kenaikan sekresi mucus. Orang yang mempunyai pernapasan lemah sangat peka terhadap kandungan SO2 yang tinggi diatmosfer. Dengan konsentrasi 500 ppm, SO2 dapat menyebabkan kematian pada manusia.


B. Lapisan SO2 dan bahaya bagi kesehatan

          SO2 mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kesehatan yang akut dan kronis. dalam bentuk gas, SO2 dapat mengganggu sistem pernapasan pada paparan yang tinggi (waktu singkat)  dan mempengaruhi fungsi paru-paru. SO2 menimbulkan efek iritasi saluran nafas yaitu berupa gejala batuk dan sesak nafas (asma). Berikut mekanisme SO2 dalam menyebabkan timbulnya beberapa penyakit :

       1.  Batuk

           Batuk adalah refleks fisiologis yang biasa terjadi  pada saluran pernapasan. Batuk dapat ditimbulkan oleh gas SO2 dari mekanisme berikut :
-  SO2 terhirup masuk ke dalam saluran pernafasan yang  menimbulkan rangsangan pada 
   selaput lendir  pernapasan yang terletak di tenggorokan dan cabang-cabang teng 
   gorokan.
- SO2 akan terakumulasi menimbulkan radang  jalan pernapasan  pada bronchitis dan 
   pharingitis.
- Dalam beberapa waktu, akan terjadi penyumbatan jalan pernapasan pada bronchitis, dan 
   pertusis oleh lendir hasil iritasi dari gas SO2.
- Maka terjadilah pengeluaran napas secara tiba-tiba dengan kekuatan besar, otot dalam 
  dinding perut dan sekat rongga badan ditekan dengan tiba-tiba ke atas, sehingga angin 
  yang dikeluarkan menggetarkan selaput  suara, maka terjadilah batuk.

       2. Asma

          Asma adalah penyakit yang mempunyai banyak faktor penyebab. Yang paling sering karena faktor atopi (alergi) dan polusi. Penyakit ini sangat berkaitan dengan penyakit keturunan. Bila salah satu atau kedua orang tua, kakek atau nenek anak menderita asma bisa diturunkan ke anak. Faktor-faktor penyebab dan pemicu asma lainnya adalah debu rumah dengan tungaunya, bulu binatang, asap rokok, asap obat nyamuk, serta sulfur dioksida (SO2) yang dihasilkan oleh industri dan kendaraan bermotor.

     Jika sulfur terhirup oleh manusia maka akan terjadi pengikatan SO2 di dalam paru-paru yang akan menyebabkan batuk kemudian jika terlalu sering maka akan menyebabkan asma. Berikut tahapan-tahapan terjadinya asma.

-       SO2 masuk ke dalam saluran pernafasan (hidung-tenggorokan-bronkus-bronkeolus-alveolus) kemudian mulai menimbulkan iritasi dan kenaikan sekresi mucus. Orang yang mempunyai pernapasan lemah sangat peka terhadap kandungan SO2 yang tinggi diatmosfer. Dengan konsentrasi 500 ppm, SO2 dapat menyebabkan kematian pada manusia. Mulanya hanya timbul gejala batuk, Namun batuk juga merupakan  suatu penyakit yang dapat menyebabkan gejala yang serius di dalam paru-paru. Apabila peyakit  itu sudah memuncak,  akan timbul serangan batuk yang berulang-ulang. Hal ini akan menimbulkan penyumbatan saluran nafas yang lebih parah sehingga tarikan napas panjang dan dalam , dengan  disertai bunyi  yang melengking. Dada akan terasa sesak dan penderita akan sulit bernafas. Penyakit asma yang disebabkan oleh gas beracun umumnya berpotensi kematian.

      Pencemaran yang cukup tinggi oleh SO2 telah menimbulkan malapetaka yang cukup serius. Seperti yang terjadi di lembah Nerse Belgia pada 1930, tingkat kandungan SO2 diudara mencapai 38 ppm dan menyebabkan toksisitas akut. Selama periode ini menyebabkan kematian 60 orang dan sejumlah ternak sapi.