A. PENGERETIAN
Sulfur
Dioksida (SO2) merupakan sebuah produk gas hasil
diesel pembakaran. Belerang
dioksida buruk dapat mempengaruhi anak-anak dan penderita asma. Kandungan
belerang dioksida di udara berbanding lurus dengan kandungan sulfur dalam bahan
bakar. Sulfur dioksida adalah gas, tidak berwarna, beracun yang mengeluarkan
bau yang tidak sedap yang khas.
Secara global,
senyawa-senyawa belerang dalam jumlah cukup besar masuk ke atmosfer melalui
aktivitas manusia sekitar 100 juta metric ton belerang setiap tahunnya,
terutama sebagai SO2 dari pembakaran batu bara dan gas buangan pembakaran bensin.
Jumlah yang cukup besar dari senyawa belerang juga dihasilkan oleh kegiatan
gunung berapi dalam bentuk H2S, proses perombakan bahan organik, dan reduksi
sulfat secara biologis. Jumlah yang dihasilkan oleh proses biologis ini dapat
mencapai lebih 1 juta metric ton H2S per tahun.
Sebagian dari H2S yang mencapai atmosfer secara cepat diubah menjadi SO2 melaui
reaksi :
H2S + 3/2 O2 SO2 + H2O
reaksi bermula dari pelepasan ion hidrogen oleh radikal hidroksil ,
H2S + HO- HS- + H2O
yang kemudian dilanjutkan dengan reaksi berikut ini menghasilkan SO2
HS- + O2 HO- + SO
SO + O2 SO2 + O
4FeS2 + 11O2 2 Fe2O3 + 8 SO2
Pada dasarnya, semua sulfur yang memasuki atmosfer dirubah dalam bentuk SO dan hanya 1% atau 2% saja
sebagai SO2.
Walaupun SO2 yang dihasilkan oleh aktivitas manusia hanya
merupakan bagian kecil dari SO2 yang ada diatmosfer, tetapi pengaruhnya sangat
serius karena SO2 langsung dapat meracuni makhluk disekitarnya. SO2 yang ada
diatmosfer menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan kenaikan sekresi mucus. Orang yang mempunyai
pernapasan lemah sangat peka terhadap kandungan SO2 yang tinggi diatmosfer.
Dengan konsentrasi 500 ppm, SO2 dapat menyebabkan kematian pada manusia.
B. Lapisan SO2 dan bahaya
bagi kesehatan
SO2 mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kesehatan yang
akut dan kronis. dalam bentuk gas, SO2 dapat mengganggu sistem pernapasan pada paparan yang tinggi
(waktu singkat) dan mempengaruhi fungsi
paru-paru. SO2 menimbulkan efek iritasi saluran nafas yaitu berupa gejala batuk dan sesak
nafas (asma). Berikut mekanisme SO2 dalam menyebabkan
timbulnya beberapa penyakit :
1. Batuk
Batuk adalah refleks fisiologis yang
biasa terjadi pada saluran pernapasan. Batuk dapat ditimbulkan oleh gas SO2 dari mekanisme berikut :
- SO2 terhirup
masuk ke dalam saluran pernafasan yang menimbulkan rangsangan pada
selaput lendir pernapasan
yang terletak di tenggorokan dan cabang-cabang teng
gorokan.
- SO2 akan
terakumulasi menimbulkan radang jalan pernapasan
pada bronchitis dan
pharingitis.
- Dalam beberapa waktu, akan terjadi penyumbatan
jalan pernapasan pada
bronchitis, dan
pertusis oleh lendir
hasil iritasi dari gas SO2.
- Maka
terjadilah pengeluaran napas secara tiba-tiba dengan kekuatan besar, otot dalam
dinding perut dan sekat rongga badan ditekan dengan tiba-tiba ke atas, sehingga
angin
yang dikeluarkan menggetarkan selaput suara, maka terjadilah batuk.
2. Asma
Asma adalah penyakit yang
mempunyai banyak faktor penyebab. Yang paling sering karena faktor atopi (alergi) dan polusi. Penyakit ini sangat
berkaitan dengan penyakit keturunan. Bila salah satu atau kedua orang tua,
kakek atau nenek anak menderita asma bisa diturunkan ke anak. Faktor-faktor
penyebab dan pemicu asma lainnya adalah debu rumah dengan tungaunya, bulu binatang, asap rokok, asap obat nyamuk,
serta sulfur dioksida (SO2) yang dihasilkan oleh industri dan kendaraan bermotor.
Jika sulfur terhirup oleh manusia maka akan terjadi
pengikatan SO2 di dalam paru-paru yang akan menyebabkan batuk kemudian jika
terlalu sering maka akan menyebabkan asma. Berikut tahapan-tahapan terjadinya asma.
- SO2
masuk ke dalam saluran pernafasan
(hidung-tenggorokan-bronkus-bronkeolus-alveolus) kemudian mulai menimbulkan iritasi dan kenaikan
sekresi mucus. Orang yang mempunyai pernapasan lemah sangat peka terhadap
kandungan SO2 yang tinggi diatmosfer. Dengan konsentrasi 500 ppm, SO2 dapat
menyebabkan kematian pada manusia. Mulanya hanya timbul gejala batuk, Namun
batuk juga merupakan suatu penyakit yang dapat menyebabkan gejala yang
serius di dalam paru-paru. Apabila peyakit itu sudah memuncak, akan timbul serangan batuk yang berulang-ulang. Hal ini akan menimbulkan penyumbatan saluran nafas
yang lebih parah sehingga tarikan napas panjang dan dalam ,
dengan disertai bunyi yang melengking. Dada akan terasa sesak dan penderita akan sulit
bernafas. Penyakit asma yang disebabkan oleh gas beracun umumnya berpotensi
kematian.
Pencemaran yang cukup
tinggi oleh SO2 telah menimbulkan malapetaka yang cukup serius. Seperti yang
terjadi di lembah Nerse Belgia pada 1930, tingkat kandungan SO2 diudara
mencapai 38 ppm dan menyebabkan toksisitas akut. Selama periode ini menyebabkan
kematian 60 orang dan sejumlah ternak sapi.